Month: May 2020

[Marketing Medium] Carte du monde interactive : 200 millions de fumeurs pourraient passer au vapotage en suivant l’exemple du Royaume-Uni

Paris, FR – La libéralisation des cigarettes électroniques a l’incroyable potentiel d’aider des millions de personnes à passer du tabagisme traditionnel au vapotage – une manière plus sûre et moins nocive de consommer de la nicotine. L’agency pour le choix du consommateur a examiné 61 pays et a évalué comment des politiques intelligentes de réduction des risques liés au tabac pourraient faciliter ce passage.

from Consumer Choice Center https://ift.tt/2MbtPMM

[Marketing Medium] Carte du monde interactive : 200 millions de fumeurs pourraient passer au vapotage en suivant l’exemple du Royaume-Uni

Paris, FR – La libéralisation des cigarettes électroniques a l’incroyable potentiel d’aider des millions de personnes à passer du tabagisme traditionnel au vapotage – une manière plus sûre et moins nocive de consommer de la nicotine. L’agency pour le choix du consommateur a examiné 61 pays et a évalué comment des politiques intelligentes de réduction des risques liés au tabac pourraient faciliter ce passage.

source http://meltwater.pressify.io/publication/5ed104ec597a220004f77f12/5aa837df2542970e001981f6

[Marketing Medium] Consumers and Bar/Restaurant Owners say “YES” to HB 536

“This bill includes provisions for reopening safely in both outdoor and inside spaces, as well as endorsing modernized alcohol policy that favors all consumers and residents of North Carolina. Gov. Cooper should sign this bill and give North Carolinians renewed confidence to safely re-engage in commerce.”

source http://meltwater.pressify.io/publication/5ed0ee5d597a220004f77f0f/5aa837df2542970e001981f6

[Marketing Medium] Consumers and Bar/Restaurant Owners say “YES” to HB 536

“This bill includes provisions for reopening safely in both outdoor and inside spaces, as well as endorsing modernized alcohol policy that favors all consumers and residents of North Carolina. Gov. Cooper should sign this bill and give North Carolinians renewed confidence to safely re-engage in commerce.”

from Consumer Choice Center https://ift.tt/2MbM0lq

Consumers and Bar/Restaurant Owners say “YES” to HB 536

CONTACT:

Yaël Ossowski
Deputy Director
@yaeloss

Consumers and Bar/Restaurant Owners say “YES” to HB 536

The Consumer Choice Center endorses a safe and timely return to business for areas with a lower risk for coronavirus outbreak

Raleigh, N.C. – Yesterday, the NC State Senate passed HB 536, the bill intended to safely re-open bars and restaurants in accordance with the guidelines set by both the Centers for Disease Control and Prevention and the North Carolina Department of Health and Human Services.

Yaël Ossowski, Deputy Director of the Consumer Choice Center said:

“Giving business owners the legal means to safely open and serve customers is now a necessity,” said Ossowski. “Establishments in high-risk areas should be advised to remain closed until health authorities say otherwise, but that decision must be with business owners.

“We all recognize the risks from the spread of COVID-19, but we must now trust that both owners of bars and restaurants and consumers will be responsible and follow the guidelines set by state and federal authorities.

“A one-size-fits-all approach for the entire state, in which cities and counties face all the same restrictions despite differing numbers of cases, is no longer tenable after more than two months of lockdown,” said Ossowski.

“This bill includes provisions for reopening safely in both outdoor and inside spaces, as well as endorsing modernized alcohol policy that favors all consumers and residents of North Carolina. Gov. Cooper should sign this bill and give North Carolinians renewed confidence to safely re-engage in commerce.”

“The Legislature should also look to make permanent changes to our alcohol laws to better empower consumers and offer them more choice. Loosening restrictions on how food and drink establishments can serve, offer, and deliver their products should be immediately taken into consideration,” said Ossowski.

More about our policies for Modernized Alcohol Policies here.

***CCC Deputy Director Yaël Ossowski is available to speak with accredited media on consumer regulations and consumer choice issues. Please send media inquiries HERE.***

The Consumer Choice Center is the consumer advocacy group supporting lifestyle freedom, innovation, privacy, science, and consumer choice. The main policy areas we focus on are digital, mobility, lifestyle & consumer goods, and health & science.

[Marketing Medium] Canada Could Have 475,000 Fewer Smokers If We Followed The UK’s Lead

Ottawa, ON –  A new study has been published titled “From Smoking to Vaping” which evaluates public policy and how following the UK’s lead on harm reduction can result in a significant reduction in smoking. Specifically, the study evaluates current smoking and vaping rates and estimates how many people could make the switch with changes in public policy. If Canada were to follow the UK’s lead, we could reasonably see a reduction of 475,000 smokers.

source http://meltwater.pressify.io/publication/5ecfd904a18d3c00041da519/5aa837df2542970e001981f6

[Marketing Medium] Canada Could Have 475,000 Fewer Smokers If We Followed The UK’s Lead

Ottawa, ON –  A new study has been published titled “From Smoking to Vaping” which evaluates public policy and how following the UK’s lead on harm reduction can result in a significant reduction in smoking. Specifically, the study evaluates current smoking and vaping rates and estimates how many people could make the switch with changes in public policy. If Canada were to follow the UK’s lead, we could reasonably see a reduction of 475,000 smokers.

from Consumer Choice Center https://ift.tt/3gqqGGJ

Gene Editing, Pandemi Corona, dan Perlindungan Hak Paten

Ketika Anda mendengar istilah gene editing, apa yang terlintas di benak Anda?

Ada kemungkinan, hal pertama yang terlintas di pikiran Anda adalah berbagai pahlawan super yang hadir di berbagai film Hollywood. Spiderman, Hulk, X-Men, dan Fantastic Four merupakan beberapa tokoh superhero yang mendapat kemampuan super karena susunan genetik di dalam tubuh mereka berubah dan bermutasi.

Gene editing memang merupakan salah satu hal paling populer yang dieksplorasi oleh para pembuat film Hollywood, khususnya film-film fiksi ilmiah. Gene editing telah membuka pintu kreativitas yang sangat lebar bagi para pembuat film, yang telah memukau miliaran penonton di seluruh dunia.

Namun, teknologi gene editing sendiri bukanlah sesuatu yang hanya hadir di film-film fiksi ilmiah, namun juga di dunia nyata tempat kita tinggal, yang memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa jutaan manusia. Gene editing sendiri merupakan salah satu bentuk rekayasa genetika, di mana susunan DNA di dalam genom organisme diubah dan dimodifikasi.

Gene editing memiliki potensi yang sangat besar untuk mengatasi dan mencegah terjadinya berbagai penyakit kronis yang dialami oleh jutaan orang di seluruh dunia. Dan di tengah pandemi Corona saat ini, gene editing merupakan salah satu teknik yang digunakan oleh ilmuwan dalam membuat vaksin virus tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, pandemik Corona saat ini sudah berada di hampir seluruh negara dan teritori di dunia. Setidaknya, virus yang berasal dari kota Wuhan, China, ini telah menginfeksi lebih dari 3 juta jiwa, dan menyebabkan 200.000 lebih orang kehilangan nyawa. Sebagian besar dari mereka yang meninggal adalah orang-orang lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit.

Pandemi ini sudah merubah total kehidupan sehari-hari milyaran orang di seluruh dunia. Sebagian besar negara memberlakukan kebijakan lockdown total dan memaksa penduduk mereka untuk berdiam di rumah. Jutaan orang kehilangan pekerjaan atas pandemi tersebut, dan ribuan usaha terpaksa ditutup dan gulung tikar.

Vaksin untuk virus Corona tentu merupakan hal yang saat ini sangat mendesak. Tidak mungkin dunia dipaksa berhenti total untuk waktu yang sangat lama. Oleh karena itu, berbagai pemerintahan dan lembaga yayasan di seluruh dunia berlomba-lomba mendanai para ilmuwan untuk menemukan vaksin bagi Covid-19.

Rekayasa genetika sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Rekayasa genetika melalui teknik bioteknologi, yang secara langsung mengubah genom organisme, sudah dilakukan sejak dekade 1970-an. Pakar biokimia asal Amerika Serikat, Paul Berg, adalah ilmuwan pertama yang membuat DNA rekomninan (DNA hasil buatan di laboratorium) dengan mengkombinasikan DNA virus SV40 dan virus Lambda (Jackson, Symons, dan Berg, 1972).

Seiring berjalannya waktu, rekayasa genetika juga terus berkembang. Tidak seperti metode rekayasa genetika pada masa lalu, di mana ilmuwan hanya bisa memasukkan atau menambahkan material genetik tertentu secara acak, gene editing sendiri merupakan salah satu teknik rekayasa genetika yang paling mutakhir. Teknik tersebut memungkinkan ilmuwan untuk mengubah bagian tertentu dari susunan genom organisme secara akurat (Smithsonian Magazine, 2019).

Ilmuwan dari North Carolina State University, Rodolphe Barrangou, menulis dalam jurnalnya bahwa, salah satu teknik gene editing yang saat ini paling berkembang adalah CRISPR gene editing. CRISPR (clustered regularly interspaced short palindromic repeats) merupakan rangkaian DNA yang terdapat di dalam bakteri prokariotik (Barrangou, 2015).

Barrangou menambahkan, rangkaian DNA ini terbentuk dari pecahan DNA bakteri virus yang sebelumnya menginfeksi bakteri prokariotik tersebut. Rangkaian ini berfungsi untuk mendeteksi bila ada virus yang sama yang kembali menginfeksi bakteri tersebut, dan menghancurkan DNA dari virus tersebut, Dengan kata lain, CRISPR merupakan sistem pertahanan yang dimiliki oleh bakteri prokariotik (Barrangou, 2015).

Enzim yang digunakan oleh CRISPR untuk mendeteksi dan menghancurkan DNA virus yang menginfeksi bakteri tersebut adalah Cas9. Pakar genetik menemukan bahwa Cas9 dapat digunakan sebagai alat pendeteksi bila seseorang ingin memodifikasi lokasi tertentu yang spesifik di dalam genom organisme (Esvelt, Smidler, Catteruccia, dan Church, 2014).

Melalui CRISPR gene editing ini berpotensi besar untuk memusnahkan segala bentuk penyakit kronis yang dialami manusia saat ini, seperti kanker dan penyakit genetik lainnya. Teknik ini juga berpotensi besar dapat memperkuat sistem imun yang ada di dalam tubuh manusia (Science Daily, 2019).

Terkait dengan upaya untuk menyelesaikan pendemik Corona, pakar biologi sintesis saat ini sudah dapat membuat beberapa bagian dari virus Corona secara sintesis dengan menggunakan CRISPR. Upaya ini dilakukan untuk menemukan vaksin bagi virus tersebut. Salah satu lembaga yang berperan besar dalam mendanai penelitian tersebut adalah Bill & Melinda Gates Foundation (Statnews, 2020).

CRISPR juga dapat digunakan sebagai “mesin pencari” untuk genom spesifik tertentu yang dimiliki oleh virus Corona. Hal ini membantu para peneliti untuk dapat mendeteksi pasien yang terkena virus Corona dengan prosedur yang lebih cepat dan sederhana (Synthego, 2020).

Pandemi Corona saat ini tentu bukanlah pandemi terakhir yang akan dialami oleh manusia. Besar kemungkinan di masa depan, virus ini akan kembali bermutasi dan menjadi virus yang lebih sulit untuk diatasi. Selain itu, di masa depan, tidak mustahil pandemi lain akan muncul dan disebabkan oleh virus atau bakteri dengan jenis yang lain.

Rekayasa genetika merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan yang paling terdepan, yang berpotensi akan membawa banyak manfaat bagi umat manusia. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mendorong penemuan terbaru di bidang bioteknologi dan tidak membatasi melalui serangkaian regulasi sangat ketat yang berpotensi menghambat kemajuan dan merugikan masyarakat yang tidak bisa mengambil manfaat dari hasil temuan tersebut.

Selain itu, perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI) di bidang rekayasa genetika juga sangat penting untuk mendorong kemajuan. Profesor ekonomi dari Universitas California, Berkeley, Brian D. Wright misalnya, menyatakan bahwa perlindungan hak paten terhadap produk rekayasa genetika dapat mendorong inovasi dan kemajuan.

Wright memberi contoh sejak dekade 1980-an, perlindungan hak paten terhadap produk hasil rekayasa genetika di Amerika Serikat semakin menguat. Hal ini membuat bidang rekayasa genetika di negeri Paman Sam tersebut semakin maju dan berkembang, karena berbagai lembaga swasta berlomba-lomba untuk melakukan riset dan menemukan teknik rekayasa genetika yang terbaru (Wright, 2006).

Sebagai penutup, rekayasa genetika, khususnya gene editing, merupakan salah satu bidang ilmu bioteknologi yang paling terdepan untuk saat ini, yang berpotensi besar membawa banyak manfaat kesehatan bagi umat manusia, khususnya di masa pandemi seperti sekarang.

Untuk itu, sangat penting bagi pemerintah agar tidak memberlakukan regulasi yang sangat ketat yang dapat menghambat perkembangan tersebut. Pemerintah juga harus bisa memastikan penegakan atas perlindungan paten terhadap para inovator dan investor yang melakukan riset dan menginvestasikan dana mereka, untuk memastikan insentif dan kompetisi di bidang rekayasa genetika dapat semakin maju dan berkembang.

Originally published here.


The Consumer Choice Center is the consumer advocacy group supporting lifestyle freedom, innovation, privacy, science, and consumer choice. The main policy areas we focus on are digital, mobility, lifestyle & consumer goods, and health & science.

The CCC represents consumers in over 100 countries across the globe. We closely monitor regulatory trends in Ottawa, Washington, Brussels, Geneva and other hotspots of regulation and inform and activate consumers to fight for #ConsumerChoice. Learn more at consumerchoicecenter.org

Київ ввійшов в топ-10 найкращих міст за рівнем розвитку економіки спільного користування

Consumer Choice Center опублікував свій Sharing Economy індекс, який підкреслює одні з найбільш динамічних міст де розвивається економіка спільного користування (sharing economy).

Індекс є першим у своєму роді, і його ціллю є інформування споживачів про те які міста найкраще надають найбільшу різноманітність послуг шерингового характеру та гарантують простий доступ до них.

10 кращих міст за індексом:

  1. Таллінн
  2. Вільнюс
  3. Рига
  4. Москва
  5. Санкт-Петербург
  6. Варшава
  7. Київ
  8. Сан-Паулу
  9. Тбілісі
  10. Гельсінкі

З іншого боку, Прага. Дублін, Амстердам, Братислава, Любляна, Софія, Токіо, Гаага, Люксембург та Афіни опинилися в самому дні списку.

Марія Чапля, автор індексу та представник Consumer Choice Center, заявила, що рейтинг демонструє наявність послуг спільного використання економіки разом із доступом до надання їх. Міста, які мають найнижчий рейтинг надмірно регулюють sharing economy тим самим значно обмежуючи вибір споживачів.

“Економіка спільного використання трансформувала наше життя різними способами. Забронювати житло для відпочинку за допомогою платформ для оренди житла на відпочинку або замовити таксі через онлайн-додаток коли ми спізнюємось на зустріч – звичка багатьох з нас. Але часто ці платформи топляться під впливом надмірних регуляцій та податків,” – сказала Чапля.

“Ми оцінили 52 міста за доступом до таких сервісів як Uber та Airbnb, електронних самокатів, додатків для шерингу професійних автомобілів, можливості орендувати машину у приватних власників, а також можливості доступу до всіх спортзалів Києва з одного мобільного додатку. Відсутність останнього у Києві стала перепоною на шляху до першого місця у рейтингу.

“Для Києва та й України загалом дуже важливо залишатись відкритими до інновацій та економіки спільного споживання адже вони не тільки забезпечують добробут не тільки українських споживачів, а й роблять нашу країну більш привабливою для іноземців,” – додала Чапля.

“Система оцінювання, яку ми розробили для цього індексу, дає чудове розуміння того, які міста слід розглянути, якщо ви хочете отримати доступ до різних послуг, що діють в економіці спільного використання”, – підсумувала Чапля.

Originally published here.


The Consumer Choice Center is the consumer advocacy group supporting lifestyle freedom, innovation, privacy, science, and consumer choice. The main policy areas we focus on are digital, mobility, lifestyle & consumer goods, and health & science.

The CCC represents consumers in over 100 countries across the globe. We closely monitor regulatory trends in Ottawa, Washington, Brussels, Geneva and other hotspots of regulation and inform and activate consumers to fight for #ConsumerChoice. Learn more at consumerchoicecenter.org

EPIZENTRUM DER SHARING ECONOMY

Weltweit ist Osteuropa das Epizentrum der Sharing Economy, ergab der gestern, Dienstag, veröffentlichte Sharing Economy Index, welcher vom Consumer Choice Center (CCC) regelmäßig erhoben wird. Das CCC mit Sitz in Brüssel Das CCC vertritt Verbraucher in über 100 Ländern. Der Index als nach eigenen Angaben erste seiner Art könne verwendet werden, um Verbraucher darüber zu informieren, wer die größte Vielfalt an Sharing Economy-Diensten erlaubt.

Überraschendes Ergebnis: Der CEE-Raum ist quasi das Epitentrum, was die Sharing Economy betrifft.

Die Top 10 Städte laut Index sind Tallinn, Vilnius, Riga, Moskau, St. Petersburg, Warschau, Kiew, São Paulo, Tiflis und Helsinki. Ganz unten auf der Liste standen Dublin, Amsterdam, Bratislava, Ljubljana, Sofia, Tokio, Den Haag, Luxemburg und Athen.

Fred Röder, Geschäftsführer des Consumer Choice Centers, sagte, das Ranking zeige die Verfügbarkeit von Sharing Economy-Diensten sowie den Zugang zu diesen auf der Angebotsseite. „Die Sharing Economy hat unser Leben auf vielfältige Weise verändert. Es ist eine Gewohnheit, die viele von uns teilen, Urlaubsunterkünfte über Flat-Sharing-Plattformen zu buchen und über unser Telefon eine Mitfahrgelegenheit zu bestellen, wenn wir zu spät zu einem Meeting kommen. Aber jetzt werden diese Vorteile für die Verbraucher oft durch übermäßige Regulierung und Besteuerung untergraben.“ Die drei baltischen Hauptstädte führen den Index an. Estland ist bekannt für seine boomende Digitalwirtschaft, und die Tatsache, dass es sogar eine Fahrgemeinschafts-App für Kinder gibt, verstärkt dies. Alle Top-10-Städte erzielen hohe Punktzahlen, wenn es um Ferienwohnungen geht, was bedeutet, dass sie diesen wichtigen Teil der Sharing Economy nicht mit Steuern oder Sondergenehmigungsanforderungen überlasten.” Außerdem gilt: Gemeinsam schaffen wir das!

Originally published here.


The Consumer Choice Center is the consumer advocacy group supporting lifestyle freedom, innovation, privacy, science, and consumer choice. The main policy areas we focus on are digital, mobility, lifestyle & consumer goods, and health & science.

The CCC represents consumers in over 100 countries across the globe. We closely monitor regulatory trends in Ottawa, Washington, Brussels, Geneva and other hotspots of regulation and inform and activate consumers to fight for #ConsumerChoice. Learn more at consumerchoicecenter.org

Scroll to top