Melemahnya Rupiah Bukan Perkara Kecil

Beberapa minggu ini, struktur keuangan dan ekonomi makro Indonesia kembali mengalami guncangan. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menurun drastis, dan indeks harga saham gabungan di bursa efek juga mengalami penurunan yang tajam.

Hal ini sendiri menjadi fokus berbagai investor dan pelaku usaha tidak hanya di dalam negeri tetapi juga negara-negara lainnya. Beberapa waktu lalu, narasi “sell Indonesia” juga menggema di media sosial dan media massa, yang digaungkan oleh banyak pelaku pasar keuangan dan investor. Mereka menganggap Indonesia sudah tidak menjadi tempat yang aman untuk berinvestasi (kontan.id, 5/6/2026).

Tidak bisa dipungkiri bahwa, ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Mulai dari kondisi geopolitik seperti perang di Timur Tengah, kebijakan tarif oleh Amerika Serikat, dan lain sebagainya. Namun, hal penting yang patut diperhatikan adalah, berbagai faktor geopoltiik tersebut juga memengaruhi negara lain dan tidak hanya Indonesia.

Dalam kondisi tersebut, performa Indonesia jauh lebih buruk bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Dibandingkan dengan Ringgit Malaysia misalnya, rupiah juga anjlok dan melemah (viva.co.id, 4/6/2026). Selain itu, mata uang Korea Selatan, Won, dan juga Yen Jepang justru juga mengalami penguatan (cnbcindonesia.com, 4/6/2026).

Source

Share

Follow:

Other Media Hits

Subscribe to our Newsletter