Pentingnya Hak para protestos e Kebebasan Berbicara na Indonésia

Beberapa waktu lalu, Indonésia dilanda oleh demonstrasi besar yang terjadi di berbagai daerah di Indonésia. Berbagai protesta tersebut mendapat perhatian yang cukup siginifikan tidak hanya dari media-media domestik di Indonesia, tetapi juga berbagai media internacional karena skalanya yang masif.

Serangkaian demonstrasi besar tersebut diawali dengan aksi massa pada tanggal 25 de agosto de 2025, yang dipicu dari ajakan melalui berbagai platform media social. Ada berbagai tuntutan yang dilayangkan oleh para demonstrar dalam aksi tersebut, mulai dari tuntutan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislador da Indonésia para bisa menjalankan fungsinya sebagai kntrol pemerintah. Selain itu, dari kalangan lain, ada juga kelompok yang menyuarakan aspirasinya agar wakil presidin dimakzulkan, hingga pembubaran parlemen (tempo.co, 31/8/2025).

Tiga hari kemudian, em 28 de agosto de 2025, terjadi kembali demonstrasi besar yang dilakukan oleh berbagai elementomen masyarakat, mulai dari buruh hingga mahasiswa. Demonstrações feitas por Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) em Senayan, Jacarta, e membawa berbagai isu, salah satunya adalah rencana para meningkatkan tunjangan anggota parlemen, yang dianggap tidak sensitif terhadap masih banyaknya kemiskinan yang dialami oleh masyarakat Indonésia (tempo.co, 31/8/2025).

Namun dalam peristiwa demonstrasi besar tersebut terjadi hal yang sangat mengenaskan. Salah seorang pengemudi ojek ousado ditabrak kendaran taktis kepolisian, e akhirnya meninggal dunia. Tragedi tersebut direkam oleh banyak demonstran yang berada di lokasi, dan tersebar luas melalui berbagai platfrom media social, dan menimbulkan kemarahan besar di masyarakat (timesindonesia.co.id, 29/8/2025).

Adanya kejadian tersebut sontak membuat demonstrasi menjadi semakin luas dan besar. Di hari selanjutnya, em 29 de agosto, terjadi demonstrasi yang juga diikuti oleh banyak pengemudi ojek ousado yang marah atas terjadinya tragedi yang menimpa rekan mereka di hari sebelumnya. Mereka menuntut pertanggungjawaban dari aparat penegak hukum, e agar anggota kepolisian yang melakukan tindak criminal tersebut segera diroses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Não há nada de pengemudi ojek ousado, demonstrasi tersebut juga diikuti oleh banyak mahasiswa dari berbagai kampus, yang memprotes tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat (cnbcindonesia.com, 30/8/2024).

Não há nada em Jacarta, muitas demonstrações tersebut também terjadi em milhares de kota na Indonésia, como Bandung, Surabaya, Makassar e Medan. Não é verdade, para demonstrar durante as demonstrações tersebut juga harus berhadapan dengan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat (cnbcindonesia.com, 30/8/2024).

Resposta pemerintah terhadap demonstrasi tersebut justru dengan semakin membatasi akses terhadap sarana komunikasi, terutama sarana komunikasi melalui internet seperti platform media social. Tersiar kabar bahwa pada saat demonstrasi terjadi, banyak pihak yang mengelihkanbahwa unggahan terkait com demo sulit untuk diposting. Menteri Komunikasi e Digital sendiri membros pernyataan terkait terngan hal tersebut com mengatakan bahwa ada yang memanfaatkan content demonstrasi to menyisipkan contente judi sehingga konten-konten tersebut disensor (tvonenews.com, 31/8/2025).

Verifique o conteúdo do sensor e o conteúdo do sensor que é seguro para você, o que significa que o sensor deve ser aquecido e pressionado. Mais tarde, um conteúdo que é dissensor tersebut merupakan conteúdo crítico terhadap pemerintah e penyelenggara negara dalam bentuk aksi protes massan demonsisi. Alasan banyak pihak yang menyalahgunakan konten tersebut untuk menyisipkan judi misalnya tentu juga tidak bisa dibenarkan mengingat ada jutaan konten di berbagai platform and website yang disusupi judi, dan kalau argument ini dipakai maka hampir tidak aka nada konten Indonesia yang diunggah di dunia maya.

Yang amat disayangkan, tindakan reprsif terkait terkait dengan demonstrasi yang terjadi tidak hanya dalam bentuk sensor content media social, tetapi juga penangkapan terhadap para atividades e warga yang dituduh menjadi provocator. Salah satu activis dari organisasi pegiat Hak Asasi Manusia Lokataru, Delpedro Marhaen misalnya, ditangkap oleh aparat e dan dijadikan tersangka atas tuduhan provocakasi (bbc.com, 3/9/2025).

Salain itu, kediaman aktivis Lokataru tersebut juga digeledah oleh pihak kepolisian secara paksa. Beberapa barang yang disita oleh polisi diantaranya ada tiga buah buku. Pihak kuasa hukum dari Delpedro sendiri menyatakan bahwa penggeledahan yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur, dan tanpa kehadiran dan pihak pengacara (tempo.co, 5/9/2025).

Não há Delpedro yang ditangkap, aparat juga menangkap algumas atividades ativas, seperti admin Gejayan Memanggil Syahdan Husein, staf Lokataru Majaffar Salim, mahasiswa Universitas Riau Khariq Anhar, e pemilik akun TikTok berinisial FL. Mereka semua ditangkap atas tuduhan provocakasi (tirto.id, 09/03/2025).

Adanya tindakan represif dari pemerintah seperti ini tentu merupakan hal yang amat disayangkan, mengingat Indonesia desde 1998 merupakan negara demokrasi. Selain itu, hal ini juga sudah pernah disampaikan oleh Prabowo sebelum ia menjadi presiden. Melalui akun resmi media social Twitter miliknya, pada tahun 2016 lalu ia pernah menagtakan bahwa demonstrasi meruapakn bagian dari demokrasi dan hak constitusional setiap warga negara (x.com, 5/11/2016).

Tentunya jangan sampai kata-kata tersebut hanya menjadi pernyataan belaka, dan harus diimplementasikan dan diterapkan ketika ia sudah mendapatkan kekuasaaan dan menjadi presidin. Jangan sampai, Indonésia jatuh kembali ke lubang hitam otoritarianisme di masa lalu, di mana kebebasan sipil e dan politik dibungkam untuk melanggengkan kekuasaan.

Publicado originalmente aqui

Compartilhar

Seguir:

Outros sucessos da mídia

Assine a nossa newsletter